Suasana Aula Kantor Gabungan Dinas Saat Rapat Penyerapan Gabah/Beras. (Foto: Dok Pemkab Soppeng)
Soppeng, Bugissulsel.com – Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, memimpin rapat koordinasi yang bertujuan untuk mendorong percepatan penyerapan gabah/beras di Kabupaten Soppeng, Rabu (19/3).
Rapat yang digelar di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan terkait, termasuk perwakilan dari Bulog, TNI, dan para pengusaha penggilingan.
Tujuan utama rapat ini adalah untuk mendukung program swasembada pangan nasional dan memastikan penyerapan hasil panen gabah dan beras di Soppeng berjalan lancar.
Kepala Cabang Bulog Soppeng, Faisal Armin, memaparkan target penyerapan Bulog di tingkat nasional hingga April mendatang mencapai 3 juta ton setara beras. Di Kabupaten Soppeng, targetnya lebih spesifik, yaitu 22.917 ton.
Faisal menuturkan, kendala utama yang dihadapi Bulog Soppeng adalah kapasitas gudang yang terbatas.
"Saat kosong, kapasitas gudang kami hanya 8.500 ton.Untuk mengatasi hal ini, Bulog Soppeng akan memanfaatkan gudang milik mitra penggilingan dan gudang sewa,” ujar Faisal.
Faisal juga menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering petani sebesar Rp 6.500 per kg.
Bulog Soppeng telah aktif melakukan pembelian gabah dengan harga tersebut sejak 21 Februari. Realisasi pembelian gabah hingga saat ini telah mencapai 6.861 ton, melampaui target awal sebesar 5.895 ton.
Kata Faisal, penyerapan beras masih jauh dari target, baru mencapai 15 ton dari target 19.770 ton.
"Meskipun target penyerapan beras untuk setahun, kami berupaya untuk mencapai target 19.770 ton ini pada bulan April," jelas Faisal.
Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menekankan pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal, khususnya beras, sebagai komoditas strategis.
Selle mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam menetapkan HPP gabah dan jagung, yang diyakini akan memberikan keuntungan bagi petani.
"Penyerapan gabah diawasi ketat oleh TNI, sementara jagung diawasi oleh Kepolisian. Ini membuktikan komitmen pemerintah untuk memastikan kesejahteraan para petani,” jelas Selle.
Menanggapi kendala kapasitas gudang, Selle mengusulkan pemanfaatan gudang milik mantan pengusaha penggilingan yang tidak beroperasi dan perluasan kemitraan Bulog dengan penggilingan beras skala menengah.
"Ini penting untuk memastikan semua pihak terlibat dalam rantai distribusi mendapatkan kesempatan yang sama," tegasnya.
Sementara itu, Dandim 1423 Soppeng, Letkol. Inf. Reinhard Haposan Manurung, menekankan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya tanggung jawab TNI, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan.
"Kami berkomitmen untuk melakukan pengawasan dan pendampingan agar penyerapan gabah berjalan lancar. TNI akan melakukan kontrol ketat di lapangan dan terus memberikan semangat kepada tim,” jelasnya.
Dalam rapat ini, diusulkan pembentukan wadah khusus untuk memfasilitasi kemitraan Bulog dengan penggilingan beras skala menengah yang memenuhi syarat.
"Kerja sama ini akan difasilitasi oleh Babinsa untuk pengawalan di lapangan," tambah putra Batak ini.
Editor: A.Cakra/Rls
Tidak ada komentar:
Posting Komentar