Soppeng, Bugissulsel.com – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Soppeng pada kemarin kembali memicu kekhawatiran akan banjir.
Jembatan Salokaraja, yang sempat rusak akibat banjir pada bulan Desember 2024, kini tidak dapat dilalui.
Jalan alternatif yang dibangun untuk menghubungkan Malaka-Salokaraja terendam akibat debit air Sungai Salokaraja yang meningkat.
AIPDA Ibrahim, Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapajung dan Salokaraja, melakukan pemantauan di lokasi tersebut.
Ia mengimbau warga sekitar Salokaraja dan daerah yang pernah terkena banjir untuk tetap waspada dan berhati-hati selama musim hujan.
"Jangan terlalu sering keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, terutama di daerah rawan banjir. Awasi anak-anak agar tidak bermain di aliran air," pesan AIPDA Ibrahim.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, juga turut menghimbau masyarakat untuk menghindari tindakan yang dapat memperparah situasi banjir.
"Hindari membuang sampah di sungai atau drainase. Hal tersebut dapat memperparah aliran air dan meningkatkan risiko banjir,” tegas AKBP Aditya, Minggu (9/2).
Dampak banjir akibat curah hujan tinggi dapat sangat merugikan. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko banjir dan melindungi masyarakat.
(Penulis: A.Cakra)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar